
Internet of Things (IoT) pada Bidang Pertahanan dan Militer:
Pemerintah dan angkatan bersenjata Indonesia telah mengadopsi teknologi IoT untuk memantau medan perang, pelatihan prajurit berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), manajemen armada militer, dan penggunaan peralatan pertahanan tingkat lanjut1.
Teknologi Informasi (TI) dan Media Sosial: Prajurit TNI AD harus memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi untuk menyikapi perkembangan di media sosial. Maraknya berita bohong dan propaganda melalui media sosial menjadi ancaman pertahanan yang harus dihadapi. Kemampuan penggunaan teknologi membantu meredam penyebaran propaganda dan berita palsu.
Virtual Reality (VR) pada Pendidikan Militer: Penggunaan VR dalam pelatihan militer memungkinkan prajurit untuk berlatih dalam lingkungan simulasi yang realistis. Ini membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan prajurit sebelum menghadapi situasi nyata.
Kolaborasi dengan Kemajuan Teknologi: Dunia militer harus adaptif dan berkolaborasi dengan kemajuan teknologi. Dari perlengkapan persenjataan hingga metode latihan, teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas dan kesiapan